Selasa, 28 April 2015

tugas 2 ilmu budaya dasar

TUGAS KELOMPOK ILMU BUDAYA DASAR
Pertemuan Ke-2



1.     PENGERTIAN KEINDAHAN

Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya.Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.

Pengalaman “keindahan” sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau “keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.

Kata benda Yunani klasik untuk “keindahan ” adalah kamoc, kallos, dan kata sifat untuk “indah” itu kamoc, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος, hōraios, kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti “jam.”Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan “berada di jam (waktu) yang sepatutnya.”

Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indahl, pemandangan alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah ( perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.
Keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebuah benda tertentu yang indah, Sebenarnya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu.Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas.Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan berkomunikasi.Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah.Untuk pembedaan itu dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal indah).Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kaang dicampuradukkan saja.Keindahan yang seluas-luasnya

Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan.Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan.Plotinus menulis tentang ilmu yang indah, kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adapt kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran.

Dari beberapa ahli tersebut, bangsa Yunani tetap mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu ilmu dan ada yang indah dan akan terus berlangsung.bangsa yunani lebih berbicara tentang arti keindahan dalam arti estetik yang disebut sebagai ‘symmetria” untuk keindahan yang berdasarkan penglihatan semata dan harmonia untuk keindahan yang berdasarkan pendengaran. Keindahan yang seluas-luasnya meliputi :

a)   Keindahan alam, Keindahan alam adalah keindahan yang sudah ada di alam sekitar kita. Keindahan yang ada bisa dinikmati oleh penglihatan kita.
b)   Keindahan moral, Keindahan moral adalah keindahan yang tercipta dari tingkah laku dan perilaku kita sehari-hari.
c)   Keindahan seni, Keindahan seni adalah keindahan yang tercipta dari hasil karya seseorang tehadap seni. Seni sering sekali menjadi penghubung keindahan agar bisa dinikmati oleh pengamat objeknya. Seseorang paling dominan menikmati keindahan itu lewat seni.
d)   Keindahan intelektual, keindahan intelektual adalah pemikiran yang indah berdasarkan ilmu pengetahuan. Tulisan ini bukanlah mencari pengertian mengenai kata keindahan intelektual.

Keindahan ini lah yang mencakup semua nilai keindahan yang pada dasarnya mempunyai nilai tersendiri , dengan cara pandang yang berbeda pada setiap manusia. Keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata.Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat.

Manusia menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan.Pengalaman keindahan biasanya bersipat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut keindahan tersebut pada dasarnya adalah alamiah.Alam itu ciptaan Tuhan.

2.      NILAI-NILAI EKSTRINSIK DAN INSTRINSIK KEINDAHAN PADA MANUSIA

§  Nilai ekstrinsik
Nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Kumpulan peristiwa yang sama oleh dua orang penulis mungkin saja disusun berdasarkan urutan atau struktur yang berbeda, sehingga nilai seninya juga berbeda. Cara menyusun yang berbeda ini menentukan arti ekstrinsiknyaatau isi seni.Contohnya puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak dan irama.

§  Nilai instrinsik
Nilai bentuk seni yang dapat diindera dengan mata, telinga atau keduanya. Nilai bentuk ini kadang disebut nilai struktur yaitu bagaimana cara menyusun nilai-nilai ekstrinsiknya atau bahannya berupa rangkaian peristiwa. Semuanya disusun begitu rupa sehingga menjadi sebuah bentuk yang berstruktur. Cara menyusun bentuk  ini melahirkan sebuah cerita. Contohnya pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi.

Inilah pula yang menyebabkan keindahan karya seni bukan hanya menyangkut keindahan instrinsiknya, tetapi juga menyangkut ekstrinsiknya.Karya seni tetap harus mengandung keindahan dalam pengertian menyenangkan inderawi dan menggembirakan batin seperti pemandangan alam. Hanya saja dalam karya seni masih ditambah dengan penyampaian makna. Pemandangan tak berkata atau tidak menyampaikan pesan, tetapi setiap karya seni selalu menyampaikan pesan.

3.      PENGERTIAN DARI PENDERITAAN DAN SIKSAAN
§  PENDERITAAN

Penderitaan berasal dari kata derita.Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung.Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia.Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan.Namun peranan individu juga menentukan berat-tidalmya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan darinya.Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikannya?Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan. Kepada manusia sebagai homo religius Tuhan telah memberikannya.menanggung.
Penderitaan Manusia Dapat Diperinci Sebagai Berikut :
o   Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
o   Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa,  atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, mislanya anti kawain atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya.Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin  timbul sikap keras atau sikap anti. Misalnya sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan lain-lain.

§  SIKSAAN

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasman, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani.Akiabt siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yagn sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang  merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, keakitan, kegagalan. Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemnya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan.Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.

4.      PENGERTIAN DARI RENUNGAN

Renungan berasal dari kata renung, artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Namun secara definisi renungan adalah proses memikirkan sesuatu dalam keadaan diam dan dalam-dalam. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain : 
a)      teori pengungkapan
Dalil teori ini ialah bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan) expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images).”
Seorang tokoh lainnya adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni aalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yagn seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan berbagai gerak, garis, warna, suara dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.

b)       teori metafisik
Teori seni yang bercotak metafisik merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni.Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori).Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi.Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi

c)      teori psikologis.
Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis.Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seni tiu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Teori lain lagi yaitu teori permainan yang dikembangkan oleh Fredrick Schiller (1757 -1805) dan Herbert Spencer ( 1820 – 1903 ) menurut Schiller, asal seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan.Dalam teori penandaan (signification theory) memandang seni sebagai lambing atau tanda dari perasaan manusia.
Merenung adalah aktifitas berfikir mendalam (deep thinkings) yang sungguh berbeda dengan termenung,Merenung adalah secara diam-diam memikirkan sesuatu hal kejadian yang mendalam, Sedangkan termenung adalah gambaran tentang kondisi hanyutan sebuah pikiran, tentu saja ia kehilangan ofektivitasnya karena memang sedang out of control.
Termenung bias dikatakan meratapi hidup, orang termenung pasti melakukan dialog dengan diri sendiri. Berarti hal ini banyak menguraikan masalah dari termenung, orang berbicara dengan nurani dan akalnya menyamakan persepsi antara hati dan otak.Renungan berasal dari kata renung artinya memikirkan sesuatu jadi, Renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita tentang suatu hal.
Renungan bisa dikatakan memikirkan sesuatu hal yang baru maupun belum dialami oleh manusia. Contoh mengenai keindahan yaitu, suatu ketika manusia ingin membuat suatu karya seni rupa kemudian manusia itu belum mempunyai ide tentang karya seni rupa apa yang ingin iya buat, lalu ia merenung dengan menyendiri atau pergi kesuatu tempat agar ia bisa tenang dan dapat berfikir untuk menemukan ide untuk karya seni rupa yang ingin ia buat.


5.      PHOBIA DAN MACAM-MACAM PHOBIA


Istilah “phobia” berasal dari kata “phobi” yang artinya ketakutan atau kecemasan yang sifatnya tidak rasional; yang dirasakan dan dialami oleh sesorang.Phobia merupakan penyakit psikis yang biasanya dialami oleh seseorang yang punya trauma di masa lalu.Penyakit ini juga tak mengenal umur.Secara definitif phobia adalah rasa ketakutan yang sangat kuat terhadap sesuatu baik itu benda, situasi.Ketakutan tersebut berwujud dan terletak pada wilayah ketidaksadaran.

Phobia merupakan suatu situasi dimana seseorang bertindak irasional  dan mempunyai ketakutan yang besar akan sesuatu. Biasanya seseorang  yang mempunyai phobia akan merasakan suatu ketakutan pada saat tertentu. Phobia biasanya disebabkan oleh seseorang yang mengalami trauma masa lalu.Rasa trauma tersebut membekas didalam kesadarannya.Karena katakutan yang sangat, rasa truma ditekan samapai pada wilayah ketidaksadaran.

Sampai dalam tahan ini, phobia yang menentukan.Meski berada di wilayah ketidaksadaran, rasa trauma ini sangat dominan mempengaruhi perilaku dan berfikir. Karena saking dominannya, kesadaran seseorang tak akan mampu untuk mengontrol trauma. Jadilah, trauma tersebut menjadi phobia yang menjangkiti teridap seumur hidunya.

Nah, untuk beberapa kasus, phobia mudah untuk diketahui.Karena sifat dan bentuknya mudah untuk dikenali.Misalnya, phobia terhadap kucing, baru mendengar suara kucing, sudah menyebabkan katakutan luar biasa.Jadi, phobia bisa diketahui saat teridap menjumpai pada obyek, situasi yang ditakuti.


§  Secara umum, phobia terbagi menjadi 3 macam.

a)      ketakutan untuk ketika berada pada situasi dan berada ditengah-tengah masyarakat. Rasa takut itu muncul saat berinteraksi dengan orang lain.
b)      phobia yang muncul ketika berada di suatu tempat tertentu. Baik berada di dalam atau diluar ruangan.
c)      phobia terhadap benda atau makhluk hidup. Phobia terhadap kucing seperti di atas masuk jenis phobia yang ketiga ini.

§  Macam-Macam Phobia :

1.      Acrophobia / Hypsophobia: Ketakutan pada tempat yang tinggi.
2.      Agyophobia: Ketakutan akan jalan yang ramai dan cenderung takut untuk menyeberang.
3.      Amaxophobia: Ketakutan berkendaraan.
4.      Brontophobia: Ketakutan akan suara halilintar.
5.      Bufonophobia: Takut pada katak.
6.      Cleithrophobia: Ketakutan apabila terkunci didalam suatu ruangan.
7.      Clinicophobia: Ketakutan untuk ke dokter atau berobat.
8.      Cremnophobia: Ketakutan berada di tebing yang curam.
9.      Coitophobia: Ketakutan untuk melakukan persetubuhan dengan lawan jenis.
10.  Coprophobia / Mysophobia / Tocophobia: Takut terhadap kotoran.
11.  Crystallophobia / Hyalophobia: Ketakutan terhadap benda-benda yang terbuat dari gelas.
12.  Cynophobia: Ketakutan terhadap anjing.
13.  Demonophobia / Ghostphobia: Ketakutan akan setan-setan.
14.  Domatophobia / Oikophobia: Ketakutan yang terjadi bila berada didalam rumah.
15.  Hamartophobia: Takut akan dosa dan kesalahan.
16.  Hierophobia: Ketakutan akan barang-barang suci.
17.  Hematophobia: Ketakutan melihat darah.
18.  Kakorhaphiophobia: Takut akan kegagalan.
19.  Myctophobia: Takut akan apa-apa yang gelap.
20.  Necrophobia: Takut terhadap orang mati atau mayat.

6.      BAGAIMANA PENDAPAT KALIAN BAGAIMANA YANG TERJADI APABILA SEORANG MENDAPAT PENDERITAAN
§  Menurut pendapat putri kartika
setiap orang pasti pernah mengalami penderitaan, karna dalam sebuah kehidupan pasti kita pernah mengalami apa itu manis pahitnya kehidupan. penderitaan akan dialami oleh semua orang, tidaak pandang dia si kaya ataupun si miskin hal itu sudah merupakan risiko hidup. Allah memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar dan tidak lupa bahwa dia masih punya allah yang mengatur seluruh alam jagat raya ini sehingga apabila manusia mengalami penderitaan ia akan belajar akan kesabaran dan slalu bersikap tawakal selalu bersujud kepadanya dan tidak pernah berpaling kepadanya. Penderitaan juga akan menyebabkan dampak yang buruk bagi orang yang imannya rendah dan gampang putus asa, bisa saja orang mengalami penderitaan dan sudah lelah akan penderitaan yang di alaminya oleh karna itu iya berpikir pendek dan bisa saja dia bunuh diri karna tidak kuat dengan penderitaan yang dialaminya.
§  Menurut pendapat Anggun Putri
Penderitaan adalah hal yg tidak diinginkan terjadi oleh setiap orang.Penderitaan sering kali membuat seseorang merasa sangat terjatuh dan terpuruk Banyak pula orang yg tidak sanggup melewati penderitaan yg mereka alami sehingga berbuat hal negative.Menurut saya, jika seseorang mengalami penderitaan mungkin seharusnya bisa lebih menerima sesuatu yg terjadi dan mengikhlaskanya serta menyerahkan semuanya kepada tuhan.Terpuruk dalam suatu penderitaan tidak harus berlalrut.jika kita mempercayainya kepada tuhan pasti akan membantu kita melewatinya dengan kuat.
§  Menurut pendapat Dea Ludiastami
§  Menurut pendapat Silvy Irani
Penderitaan merupakan suatu hal yang kita rasaakan saat kita sedang berada dalam keadaan dimana keadaan tersebut membuat hati dan perasaan kita sedih, sakit maupun terluka.Setiap orang pasti pernah mengalami penderitaan, entah karena suatu hal, ada masalah, atau banyak yang dipikirkan. Sebagai manusia yang mempunya perasaan kita pasti tidak akan pernah luput dari yang namanya penderitaan. Walaupun penderitaan yang kita rasakan tidak lah terlalu parah namun setiap orang yang mempunya perasaan pasti pernah merasakannya.Terlebih lagi saat kita melihat orang-orang yang tidak punya, pasti mereka merasakan penderitaan yang begitu hebat baik fisik maupun mental. Penderitaan yang mereka rasakan benar-benar berada pada titik atas saat apa yang mereka inginkan tidak dapat mereka dapatkan dengan mudah dan harus melalui berbagai macam perjuangan. Maka dari itu penderitaan adalah suatu hal yang pasti dirasakan oleh setiap orang.
§  Menurut pendapat Imas Yunita
Penderitaan… semua orang tahu bahkan pernah mengalaminya. Penderitaan adalah sebuah alur ceruta yang akhirnya akan membuat kita bahagia. Penderitaan seperti bayangan yang selalu ada sepanjang jalan, kadang-kadang bayangan itu ada dibelakang kita sehingga kita tidak menyadari keberadaannya.Namun sering juga bayangan itu membentang didepan kita dan penderitaan menjadi sangat jelas didepan kita.jika kita tidak mengenal penderitaan, maka kita tak akan termotivasi untuk bergerak maju. Semua yang ada didunia tidak bisa kita hindari, tetapi kita jalani dengan rasa syukur, begitu juga dengan penderitaan.Ini bukan akhir segalanya, tapi awal kelahiran pribadi baru yang lebih hebat.Jadi jalani hidup dengan rasa bersyukur dan hadapi semuanya jangan terlalu larut dalam penderitaan itu sendiri.
REFERENSI







Rabu, 04 Maret 2015

Tugas Ilmu Budaya Dasar #

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR#









NAMA      : PUTRI KARTIKA
NPM           :18114607
KELAS      : 1KA30






UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2014/2025




1.    PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR


Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Istilah llmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris "The Humanities". Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dan bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the htimanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar supaya manusia bisa menjadi humanus, mereka hams mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

Untuk mengetahui bahwa Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan.

ILMU BUDAYA DASAR MENURUT PARA AHLI:

§  Menurut Herskovits, ilmu budaya dasar adalah sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
§  Menurut Andreas Eppink, ilmu budaya dasar adalah keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
§  Menurut Edward Burnett Tylor, ilmu budaya dasar adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota
§  Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir
§  Menurut Krober dan Kluckhon, kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh symbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai. Ilmu Budaya Dasar memiliki perbedaan dengan Pengetahuan Budaya. Mungkin secara penulisan tidak beda jauh, tetapi secara pengertian bisa berbeda. Ilmu Budaya Dasar adalah pengertian umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dengan budaya. Sedangkan pengetahuan budaya adalah yang mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai makhluk berbudaya.
§  Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik diri manusia dengan belajar.
§  Menurut Bronislaw Malinowski, Kebudayaan adalah keseluruhan kehidupan manusia yang integral yang terdiri dari berbagai peralatan dan barang-barang konsumen, berbagai peraturan untuk kehidupan masyarakat, ide-ide dan hasil karya manusia, keyakinan dan kebiasaan manusia.
Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu:

o   Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science )
Ilmu ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi . Hasil penelitiannya 100 % benar dan 100 % salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.

o   Ilmu-ilmu Sosial ( social science )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hash penelitiannya tidak mungkin 100 % benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dsb.

o   Pengetahuan budaya ( the humanities )

Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pemyataan-pemyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan pemyatan-pemyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan., Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
Pengetahuan budaya ( The Humanities ) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup kcahlian (disiplin) scni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang kcahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik, dll. Sedang Ilmu Budaya Dasat ( Basic Humanities ) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain Ilmu Budaya dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

IBD (Ilmu Budaya Dasar) terdiri dari tiga suku kata yang berbeda membentuk satu kalimat yang digabung membentuk satu definisi khusus yaitu Ilmu, Budaya, dan Dasar. Sebelum membahas lebih lanjut definisi Ilmu Budaya Dasar, ada baiknya kita bahas satu per satu definisi kata dari IBD tersebut dari Kamus Besar Bahasa Indonesia sehingga dapat memberikan definisi logis dan runtut sesuai dengan definisi yang ada.
·         Ilmu
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu.
·         Budaya
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi budaya adalah pikiran atau akal budi manusia.
·         Dasar
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi dasar adalah pokok atau pangkal suatu pendapat (ajaran atau aturan) atau asas.
Berdasarkan ketiga definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa definisi Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan suatu bidang secara berkonsep untuk mengkaji berbagai masalah dasar atau pokok mengenai budaya dan manusia. Disini yang menjadi objek studi IBD adalah budaya itu sendiri. Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Setelah kita mengetahui definisi dari Ilmu budaya dasar, berikut ini adalah Tujuan dari Ilmu Budaya Dasar. Tujuannya yakni untuk mendidik ahli-ahli dalam satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities).
Selain itu, Ilmu Budaya Dasar memliki tujuan khusus untuk menstimulasi sudut pandang kritis para mahasiswa untuk lebih tanggap dalam berbagai perisitiwa yang terjadi khususnya mengenai budaya dan manusia itu sendiri. Pendekatan yang digunakan untuk mendalami Ilmu Budaya Dasar adalah pendekatan persuasif dan kondusif sehingga kita sebagai mahasiswa dituntut untuk bisa menyelesaikan berbagai masalah budaya secara independen tanpa harus mendalami lebih jauh mengenai manusia dan budaya.
Ruang lingkup dari ilmu budaya dasar ini adalah kemanusiaan dan budaya dari manusia itu sendiri. Dalam melakukan aktifitas pembelajaran Ilmu Budaya Dasar ini, seorang pelajar atau mahasiswa diharapkan dapat memiliki pola pikir yang lebih luas terhadap permasalahan yang ada dalam lingkup budaya terutama budaya di Indonesia. 
2.   Mengapa Kita Harus Mempelajari IBD?
 
Karena kita adalah seorang pelajar / Mahasiswa. Mahasiswa adalah Pemuda. Biasanya pemudalah yang memiliki cara pandang yang masih idealis dan kritis sehingga mampu menanggapi segala persoalan dan masalah budaya dengan cara berpikir yang lebih intelektual. Sehingga mahasiswa tersebut tidak berada didalam suatu lingkungan sempit untuk kepentingan profesi mereka saja, akan tetapi mahasiswa bisa lebih peka terhadap kedisiplinan kebudayaan yang tertanam dalam bangsa yang menyangkut tidak hanya untuk kepentingan dirinya saja, tetapi juga untuk orang lain. Selain itu, pendidikan ilmu budaya dasar ini, diharapkan mampu mengalokasikan mahasiswa dalam melakukan komunikasi dengan mahasiswa lain dalam membahas setiap permasalahan yang ada.
Ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang di harapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan istilah IBD dikembangkan pertamakali di Indonesia sebagai istilah basic humanitisme itu sendiri yang berasal dari bahasa inggris. Dengan mempelajari humanitisme itu sendiri seseorang diandaikan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus, tetapi IBD yang di maksud adalah IBD yang berkaitan dengan soft skills, soft skills  adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan kecerdasan, emotional, sifat, kepribadian, keterampilan socil, komunikasi, soft skills menyangkut karakter pribadi seseorang yang dapat meningkatkan interaksi individu kinerja pekerjaan dan prospek.

3.   TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian jelaslah bahwa mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities). akan tetapi ilmu budaya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa denganmemperluas wawasan pemikiran serta kemarnpuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.

Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
1.      Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang bane, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2.      Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemánusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.      Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas. kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.

Selain Di Atas IBD Juga Bertujuan Sebagai :

1.      Sebagai bekal penting untuk pergaulan hidup, manusia merupakan makhluk individu, yang berarti manusia tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantuan orang lain.
2.      Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah menjalani jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia, dalam bergaul haruslah menjaga sikap dan sifat kita agar terjalinnya hubungan yang harmonis.
3.      Mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya. Indonesia, sebagai bangsa yang kaya akan budaya kita sebagai masyarakatnya patut bangga akan budaya yang kita miliki, kita dapat memperkenalkan budaya kita pada masyarakat luar, sehingga mereka mengetahui akan budaya kita, dan hubungan kita dengan masyarakat luar semakin erat.
4.      Sebagai calon pemimpin bangsa serta ahli dalam disiplin ilmu tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan sebagai disiplin ilmu yang kaku.
Sebagai pempimpin bangsa, harusnya tercipta sifat jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Dia harus bertanggung jawab atas janji-janjinya sebagai pemimpin. Dan selalu melihat keadaan rakyatnya, baik kalangan atas menengah maupun kalangan bawah.
5.      Dapat menciptakan sifat kebudayaan yang universal dan dinamis.
Sifat kebudayaan yang universal diantaranya ilmu pengetahuan, nilai, pandangan hidup, persepsi, kepercayaan, etos. Ilmu pengetahuan merupakan disini manusia berpikir betapa pentingnya pengetahuan bagi mereka. Sehingga mereka belajar dari lingkungan sekitar, yaitu melalui proses sosialisasi yaitu proses belajar. Yang tadinya tidak bisa menjadi bisa, bodoh menjadi pintar. Kemudian, nilai merupakan sesuatu yang dianggap penting, beharga, berguna. Dari sistem pengetahuan di atas, jadilah sebuah nilai, dimana pengetahuan sangatlah penting bagi manusia agar ia dapat melangsungkan hidupnya. Kemudian, pandangan hidup merupakan nilai-nilai yang dianut seorang manusia yang diyakini kebenarannya, dan menimbulkan tekad pada seseorang untuk mewujudkannya. Dari nilai diatas, lahirlah pandangan hidup.  Kemudian, dari pandangan hidup diatas lahirlah persepsi, setiap manusia pasti memiliki persepsi yang berbeda. Persepsi disini merupakan tanggan seseorang atas yang telah ia amati. Kemudian, dari persepsi munculah kepercayaan. Kepercayaan merupakan sesuatu yang menjadi pedoman hidup manusia. Manusia percaya akan hal-hal gaib yang ada di sekitarnya. Namun, kepercayan disini berarti bahwa manusia percaya akan ia dapat melangsukan hidupnya dan menjadi individu yang behasil. Kemudian dari 5 isi utama budaya itu menghasilkan etos, etos merupakan sikap kepribadian dan watak seseorang.
6.      Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang bane, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
7.      Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas. kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.

4.      PERBEDAAN ANTARA ILMU PENGETAHUAN BUDAYA DAN ILMU BUDAYA
DASAR

·         ILMU PENGETAHUAN BUDAYA ( the humanities )
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pemyataan-pemyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan pemyatan-pemyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan., Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.

Pengetahuan budaya ( The Humanities ) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup kcahlian (disiplin) scni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang kcahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik, dll. Sedang Ilmu Budaya Dasat ( Basic Humanities ) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain Ilmu Budaya dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

·         ILMU BUDAYA DASAR

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut dengan Basic Humanities. Pengetahuan budaya dalam bahasa inggris disebut dengan istilah the humanities. pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya ( homo humanus ), sedangkan Ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

5.       KONSEP BUDAYA DALAM SENI RUPA

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPZbXy4R7oihL82QBM_Dhp9wowX_XNDPTtJF1uE7pOyGrCLcPALI-FdwX4tB9CpbtWAqUW4V15djvYFFjEthPIrB2KBbjlO_vQFiXR2NINok2jSlayzGIT3LhUAAwGgoHDi1J89jnrbTk/s1600/pameran.jpg

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan rasakan dengan rabaan. Kesan ini di ciptakan dengan mengolah konsep titik, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
Seni rupa dilihat dari segi fungsinya dibedakan antara seni rupa murni dan seni rupa terapan, proses penciptaan seni rupa murni lebih menitik beratkan pada ekspresi jiwa semata misalnya lukisan, sedangkan seni rupa terapan proses pembuatannya memiliki tujuan dan fungsi tertentu misalnya seni kriya. Sedangkan, jika ditinjau dari segi wujud dan bentuknya, seni rupa terbagi 2 yaitu seni rupa 2 dimensi yang hanya memiliki panjang dan lebar saja dan seni rupa 3 dimensi yang memiliki panjang lebar serta ruang.

Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts.seni rupa terbagi menjadi dua bagian yakni senirupa murni dan senirupa terapan. Seni sangat berkaitan erat dengan masalah kemanusiaan. Karena seni adalah ekspresi yang bersifat tidak normatif, menjadikan seni lebih mudah berkomunikasi. Oleh sebab itu nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya. Sebab masalah kemanusiaan merupakan masalah yang sangat penting.

Konsep senirupa meliputi hakikat senirupa, aspek-aspek karya seni rupa dan ragam seeni rupa dalam pengertian luas, seni rupa dapat di pahami dengan ”produk” atau sebagai “kemahiran”   . konsep Seni Rupa meliputi: hakikat seni rupa, aspek-aspek karya seni rupa dan ragam seni rupa dalam pengertian luas, seni rupa dapat dipahami sebagai “produk” atau sebagai “kemahiran” atau sebagai “kegiatan mencipta atau kegiatan kreasi”.
Dapat dikatakan bahwa pengertian seni rupa bersifat majemuk karena jenis dan cakupannya demikian beragam dan luas. dalam pengertian terbatas seni rupa atau visual art dapat didefinisikan sebagai suatubentuk ungkapan seni yang mengekspresikan pengalaman hidup, pengalaman estetis atau artistik manusia dengan menggunakan beragam unsur seni untuk menghasilkan susun anatau struktur karya seni rupa yang dapat di lihat, diamati, diraba, didengar ataudiapresiasi oleh publik atau penikmat seni.
Fungsi Seni Rupa: mitologis, religius, edukasi, psikologis, ekspresi personal, praktis,sosial, ekonomis, komunikatif, dan budaya Karakteristik seni rupa ditandai oleh sifat utama seni rupa adalah sebagai objek maupunwahana pengembangan kreativitas, bersifat terbuka dan bebas, mengakomodasi pembaharuan dan berbagai kecenderungan praktek seni rupa yang pluralistik serta di pengaruhi kondisi dan situasi sosial-politik dan budaya. Sifat khusus lainnya dari senirupa adalah sifat relatif atau tidak absolut. Dengan kata lain pengertian seni rupa sepertihalnya seni bersifat majemuk, dinamis, bergerak bebas. Konsep seni rupa berkembangsejalan dengan kehidupan masyarakat yang terus berkembang,
 Aspek-aspek dalam Seni Rupa yang terdiri dari:
1.      wujud dan isi dalam seni rupa.
2.      media dalam seni rupa.
3.      subject matter-material-teknik dalam seni rupa. wujud atau visioplastik adalah hasil konfigurasi dari permukaan dan sisi-sisi suatubentuk yang dapat dilihat, diamati dan diraba. Wujud dari karya seni rupa dapat berupa wujud visual saja atau paduan wujud visual dengan unsur bunyi dan unsur gerak. Isi atau ideoplastik adalah aspek ide atau gagasan atau tema atau makna (meaning) daribentuk karya seni. Isi atau makna suatu karya seni rupa sangat bergantung pada persepsi penikmat atau publik seni. Makna dapat dibedakan menjadi makna denotatif  dan makna konotatif. Bentuk dapat dibedakan menjadi 2 jenis: bentuk beraturan dan bentuk tak beraturan. Media berasal dari “medium” yang dapat diartikan sebagai sarana atau ala
§  JELASKAN KONSEP BUDAYA DALAN BIDANG SASTRA
http://jakapanci.files.wordpress.com/2010/01/015.jpg
Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya.

Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi, pengertian sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya.

Contoh: ilmu Budaya Dasar Yang Berhubungan dengan Puisi

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa puisi merupakan bagian dari seni sastra, sedangkan sastra merupakan bagian dari kesenian, dan kesenian adalah unsure dari kebudayaan. Sehingga Puisi dapat diartikan ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya. Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahsa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :

1.             Figura bahasa
2.             Kata-kata yang ambiguitas
3.             Kata-kata yang berjiwa
4.             Kata-kata yang konotatif
5.             Pengulangan

Kesusastraan adalah bidang sastra yang secara umum berbentuk prosa baik itu prosa lama maupun prosa baru. Prosa lama dihadirkan dalam bentuk dongeng, sejarah, hikayat, dan lain-lain, sedangkan dalam prosa baru disajikan dalam bentuk cerpen atau cerita pendek, biografi, novel maupun kisah. Setiap prosa memberikan nilai-nilai tersendiri yang terkandung didalam cerita yang ada didalamnya, seperti pelipur lara atau penghiburan, ada nilai moral yang terkandung didalamnya, informasi dan juga wawasan yang akhirnya kita ketahui setelah membaca dan mencermati setiap isi cerita yang disajikan. A ktata bahasa yang terkadang sukar dicerna artinya karena setiap kata yang tergolong tingkatan tinggi yang dibuat sedemikian rupa oleh penyairnya. Puisi termasuk seni sastra, sedangkan satra bagian dari kesenian, dan kesenian adalah cabang unsur kebudayaan.
6.      JELASKAN YANG KALIAN KETAHUI TENTANG MANUSIA DAN CINTA KASIH
 
Manusia adalah makhluk sosial yang perlu ikatan antar setiap manusia. Ikatan itu bisa berbentuk tali persaudaraan, perkawanan, persahabatan, dan cinta kasih antara manusia bahkan ada cinta kasih terhadap makhluk hidup lainnya seperti hewan dan tanaman. Kali ini saya akan membahas hubungan manusia dan cinta kasih. cinta kasih seorang manusia bisa berbagai jenis seperti: cinta kasih terhadap pasangan, terhadap orang tua, terhadap suatu pekerjaan yang memungkinkan dia mengeluarkan rasa cintanya tersebut. Manusia dan cinta kasih kepada manusia ssangat diperlukan agar suasana lingkungan sekitar kita tinggal terasa nyaman dan menimbulkan kehidupan rukun serta damai tanpa adanya perseteruan antara 2 orang ataupun lebih.

Cinta adalah anugerah terindah dalam kehidupan setiap manusia di dunia. Setiap orang pasti pernah mengalami cinta. cinta kasih datang dengan ketulusan hati seseorang. kasih adalah pancaran dari kedalaman cinta tersebut. walaupun cinta dan kasih memiliki arti yang hampir sama, namun keduanya juga memilki perbedan mendasar. cinta lebih mengandung mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya rasa tersebut. cinta adalah rasa sayang kepada siapa pun yang membuatnya tertarik tanpa ada rasa paksaan dan ketulusan hati, sedangkan kasih adalah artinya perasaan sayang atau cinta dengan menaruh rasa belas kasihan, di simpulkan cinta kasih adalah rasa sayang yang tulus disertai dengan perasaan sayang dan menaruh belas kasihan.
Manusia dan cinta kasih tidak dapat dipisahkan karena memang keduanya sangat berkaitan. manusia normal mempunyai rasa cinta dan kasih kepada orang terdekatnya, banyak manusia pada zaman sekarang kehilangan rasa tersebut karena banyaknya tekanan seperti pekerjaan dan banyak hal yang bisa membuat manusia kehilangan rasa cinta dan kasih sayangnya. terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta itu lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa mengarah kepada yang dicintai, dan ada yang bilang cinta itu beda tipis dengan nafsu, itu salah menurut saya, cinta itu bersifat manusia dan mengandung unsure rohani / jiwa, kalau nafsu bersifat jasmani / keinginan sesaat yang cenderung menuntut / memaksa.

Cinta juga ada dasar yaitu Pengasuhan seperti ibu kepada anaknya, rasa tanggung jwab berdasarkan rasa suka rela, perhatian merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain agar ada keterbukaan satu sama lain, pengenalan merupakan keingin untuk mengetahui rahasia manusia.
7.      BAGAIMANA MENURUT PENDAPAT KALIAN TENTANG BUDAYA INDONESIA SAAT INI ?
Jawab : menurut pendapat saya budaya Indonesia adalah budaya yang multikultur yang kaya akan beragam suku bangsa, ras, agama, dan adat istiadat di dalam nya, tapi menurut saya budaya Indonesia saat ini sudah mulai terkontaminasi dengan budaya luar yang mengakibatkan memudar nya jati diri bangsa indonesia, seperti halnya sekarang banyak sekali anak muda yang demam korea, mengikuti gaya hidup seperti hal nya orang korea, rambut di cat ke coklat-coklatan seperti layaknya rambut-rambut orang-orang korea, belum lagi percampuran bahasa, anak muda sekarang kalau berbicara sering kali di campur-campur dengan b.inggris dan bahasa lain yang menurut mereka di anggap gaul, gaya hidup yang gelamour seperti yang ada di tv, dan menyukai makanan dari luar seperti hamburger, hotdog, sushi, pizza, spageti dan lain sebagai nya, mereka memeang tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan sebenarnya akan mengakibatkan jati diri bangsa memudar dan mulai hilangnya kepribadian bangsa dari hal-hal yang mereka lakukan memang terlihat spele, tapi dari hal spele tersebut akan mengakibatkan dampak yang besar ke depan nya.



REFERENSI